Pengenalan Kebijakan Pelayanan Kesehatan Di SMP N 4 Sewon Terkait Gizi Remaja (Program Isi PiringkudDan Makan Bergizi Gratis)
DOI:
https://doi.org/10.36307/znx9t040Keywords:
Gizi remaja, penyuluhan, isi piringku, makan bergizi gratis, kebijakan kesehatan.Abstract
Masalah gizi pada remaja merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, masih banyak remaja usia 13–18 tahun yang mengalami kekurangan atau kelebihan gizi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswi SMP Negeri 4 Sewon mengenai kebijakan pelayanan kesehatan terkait gizi remaja, khususnya melalui edukasi Program Isi Piringku dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan interaktif kepada 58 siswi kelas 7 pada tanggal 6 Juni 2025. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner umpan balik. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, dengan skor evaluasi mencapai 89% yang tergolong dalam kategori "sangat baik". Temuan ini menunjukkan bahwa metode penyuluhan yang digunakan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi siswi untuk menerapkan pola makan sehat. Program ini memiliki potensi untuk direplikasi di sekolah lain guna memperkuat edukasi gizi dan mendukung kebijakan nasional dalam pembangunan sumber daya manusia.
Nutritional issues among adolescents continue to be a significant public health challenge in Indonesia. According to the 2023 Indonesian Health Survey, a substantial number of adolescents aged 13–18 experience undernutrition or overnutrition. This community service project aimed to increase Students’ knowledge SMP Negeri 4 Sewon about health service policies related to dolescent nutrition, specifically through the "Isi
Piringku" (My Plate) program and the Free Nutritious Meals (MBG) initiative. The activity involved an interactive counseling session for 58 seventh-grade students, held on June 6, 2025. Evaluation was conducted using a feedback questionnaire. Results showed improved participant understanding, with an evaluation score of 89%,
categorized as "very good." These findings indicate that the applied health education methods were effective in enhancing students’ awareness and motivation to adopt healthy eating habits. The program demonstrates potential for replication in other schools to strengthen nutrition education and support national policies on human resource development.